Sebuah Puisi ungkapan hati mengenai kehidupan diri Si Penulis
Sampai saat ini pun..
Sampai saat ini pun..
Ku masih belum mampu untuk menghadapi
kenyataan ini...
Ku masih belum mampu untuk menggapai
anganku ini
Diriku tak bsa membohongi hatiku..
Terkadang ku slalu berfikir untuk
melupakan smua ini
Namun, luka dalam hati ini terlalu
dalam
Ku belum mengerti arti jalan hidupku
slama inii
Bahkan aku pun tak mengerti apa
kebahagiaan itu
Ku sama sekali tak bisa mengungkiri
akan ketidaktahuanku saat ini
Sama skali ku tak tau apa itu hidup
Ku bertahan hingga saat ini untuk
memahami smua ini
Tapii tetap sajaa..
Luka ini sudah terlalu dalaam hingga
tak bisa memudar seiring jalanya waktu
Ku slalu mencoba untuk bertahan
menghalangi kebencian ini datang kembali
Namun, semuanya sia sia..
Angin yang sedang menerpa pepohonan
pun tak bisa meruntuhkan luka ini
Ku sudah beranjak jalan menuju bukit
itu
Namun, angin sekeras apapun tetap saja
tak bisa meruntuhkan keterpurukan ini
Ku mencoba menuju yang lebih tinggi
lagi
Angin pun menerpaku hingga aku
terjatuh
Angin yang membuatku tak bisa bangun
dari jatuhya tubuhku inii
Sama sekali tidak membantu diriku
untuk meruntuhkan luka ini
Ku melihat aliran sungai deras itu
Dari atas bukit yang tinggi diiringi
dengan terpaan angin keras itu
Ku melihat derasnya air yang
mengalir..
Ku takjub dengan hal ini
Air itu bisa memudarkan warna baju
yang sedang dibawanya
Air itu bisa melarutkan darah seekor
beruang yang sedang terluka
Tapi tidak dengan jalan kehidupanku
ini
Saat ku diterpa angin
Diiringi dengan air inii..
Tetap saja luka yang ada dalam diri
ini tak bisa larut dalam waktu
Bahkan air itu tak bisa memudarkan
luka yang terlanjur melekat dalam diri ini
Bukan ku tak tau adanya Tuhan
Bukan ku tak percaya adanya Tuhan
Namun, ku tetap saja tidak mampu
mengungkiri keterpurukan hidup ini
Sejak ku telah membuka mata ke dunia
ini
Ku tak pernah melihat sebuah arti
kehidupan yg sempurna dalam diri ini
Bahkan sedikit saja ku tak pernah
tersentuh oleh kebhagiaan itu
Ku melihat insan yang berada di
hadapanku saat ini
Ku melihat mereka sangat bahagia
sekali
Ditemani dengan secangkir kehidupan
itu
Mereka tertawa gembira, mereka
tersenyum tulus
Padahal hanya ada secangkir kehidupan
di dalamnya
Sedangkan aku,
Sepucuk sencok teh saja tak ada
harapan pada diriku untuk bahagia
Ku hanya mendapat senyuman dari
teman-temanku
Itupun tak setulus senyuman mereka
yang sedang dihadapanku
Berulang kali ku telah memohon kepada Tuhan
Jika memang ku tak diijinkan untuk tau
apa arti jalannya kehidupan ini
Rasanya ku ingin meninggalkan dunia
ini
Diriku sudah tak tau lagi harus ke
arah mana aku berjalan
Keterpurukan ini yang membawaku sampai
pada pikiran ini
Rasanya ku ingin memudarkan sejuta
harapan yang telah tersirat dalam benak ini
Rasanya ku ingin pergi dari dunia ini
Untuk melihat keindahan Tuhan yang
akan diberikan padaku
Ku ingin melihat sebuah sinar Tuhan yang akan menghampiriku
Melihat indahya Tuhan yang
sesungguhnya
Yang akan menyambutku
Mengasihiku
Memberikan kehidupan yang baru untukku
Memberikan tempat terindah dalam
hidupkuu.
Karena
Ku tak pernah merasakan
Ku tak pernah tau dan tak pernah
mengerti
Jalan hidup apa yang diberikan Tuhan
padaku
Dan
Sampai saat ini pun ku tak pernah tau
apa arti KEBAHAGIAAN itu
Karya : Maya Adhe P.
Karya : Maya Adhe P.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar